Tampilkan postingan dengan label Islam is my way. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam is my way. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

M.A.L.A.S

Bila kita telaah lebih jauh, sebenarnya rasa malas situ bukan berasal dari kita, tapi berasal dari godaan syetan kepada manusia. Tujuannya agar manusia jauh dari kesuksesan, sehingga jika orang tidak sukses, maka akan mudah mengalami frustasi, stress, galau dan akhirnya puncaknya melakukan kemaksiatan paling bodoh yaitu bunuh diri, Na’udzubillah.

Kalau kita perhatikan apabila melihat (maaf) mereka yang berprofesi sebagai kuli atau tukang becak, sesungguhnya dalam diri mereka pastilah bukan profesi itu yang mereka inginkan. Tapi kenapa mereka menjadi seperti itu, maka lihat lah masa lalu mereka, kemungkinan mereka menghabiskan masa lalu mereka dengan bermalas-malasan.

Seorang ahli Matematika Phytagoras berpesan untuk kita semua, “Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.”

Jika hari ini malas belajar, maka tetaplah belajar namun dengan frekuensi yang lebih sedikit, dan “Janganlah belajar menunggu semangat, tapi belajarlah maka kalian akan semangat” seorang penulis novel yang berhasil menulis ratusan halaman, mereka menulis tidak menunggu inspirasi, tapi mereka tetap menulis walaupun inspirasi belum muncul, karena inspirasi akan muncul selama proses dan perjalanan bukan diawal.

“Allahuma inni a’udzubika minal hamni wal hazan, wa udzubika minal jubni wal Buhl, wa’udzubika min gholabatiddhaini wa khorririjaal”, “wahai Allah Sungguh Aku Berlindung pada Mu dari Gundah dan Sedih, juga dari Lemah dan Malas, dan dari Kikir dan penakut, dan dari himpitan utang dan penindasan orang lain” (Shahih Bukhari).


Menghancurkan Rasa Malas. oleh: Kesha Meisatu

Sabtu, 29 Oktober 2011

Sebab Mengerasnya Hati

Penuis: Ibnul Qayyim rahimahullah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.

Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.

(diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)

Dikutip dari Asysyariah.com offline Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah judul: Qalbu Mengeras Karena Jauh Dari AllahSebab sebab Hati (Qalbu) Mengeras..

http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/23/sebab-sebab-hati-qalbu-mengeras/

Jumat, 02 September 2011

Rewind!!!

Assalamu'alaikum kawan. apa kabar kawan? sudahkah kembali fitri?

apa? kembali fitri? hmm, memang sudah lebaran ya?

jangan khawatir, saya bukan sedang amnesia atau sedang tinggal di planet lain. hanya saja akhir-akhir ini otak saya semakin sibuk memikirkan hal-hal 'njelimet' yang berkaitan dengan konsep diri, tentang apa sebenarnya yang saya mau, apa yang ingin saya capai, apa yang sedang saya lakukan, apa yang seharusnya saya laukan, apakah ini benar, mengapa begitu, mau kemana saya, siapa saya dan lain sebagainya

namun itu semua hanya sekilas dan berhamburan begitu saja dikepala, saya masih belum tau cara untuk merumuskan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu. tapi benar-benar menyita pikiran

selain itu, ramadhan kemarin pun berbeda dari biasanya, untuk pertama kalinya,saya jauh dari orang tua saat ramadhan, juga saya harus mengikuti ospek-ospek dan serangkaian kegiatan untuk mahasiswa baru.

tak terasa satu bulan terlewati, tiba-tiba umat Islam di Indonesia galau mengenai kapan berlebaran. akhirnya diputuskan, tanggal 30 untuk Muhammadiyah dan 31 untuk pemerintah. tiba-tiba saya tersadar...

kenapa ramadhan lekas pergi? akankah saya bertemu dengan ramadhan berikutnya?

maaf? kepada siapa?
ya, saya harus minta maaf pada diri saya sendiri




Jumat, 16 Juli 2010

Sabtu, 10 Juli 2010

Esensi Isra' Mi'raj

Bismillahirrohmanirrohim

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Isra' : 1)


Dalam perisitwa Isra' Mi'raj, ada dua kandungan yang harus kita renungi.

Yang Pertama, Keyakinan kita Kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ya, memang peristiwa Isra' Mi'raj ini sedikit sulit diterima oleh nalar manusia. Tetapi, menurut saya, jika kita memang benar-benar beriman kepada-Nya, terkadang kita harus mengenyampingkan logika kita terlebih dahulu.

Walaupun pada akhirnya segalanya akan terbukti, banyak mu'jizat-mu'jizat nabi yang terungkap dan terbukti kebenarannya secara ilmiah, setelah diteliti oleh para peneliti, sehingga menambah keyakinan bagi orang yang beriman dan terbuka mata hatinya akan kesempurnaan Islam

Yang Kedua, Perintah Shalat.

Allah maha tahu, Ia tahu seberapa kemampuan kita. sehingga Ia memberikan perintah shalat wajib hanya lima waktu dalam satu hari.

Saat semua masih terlelap tidur, perintah shalat itu memanggil kita untuk tidak bermalas-malas dan segera melakukan aktivitas, disaat lelah melanda ditengah penatnya aktivitas, perintah shalat dzuhur memanggil agar kita beristirahat sejenak, disore hari, saat kita telah selesai beraktivitas, perintah shalat ashar memanggil kita untuk berenung sejenak dan mensyukuri atas apa yang telah Allah berikan kepada kita, begitu juga maghrib dan isya.

sadar atau tidak, perintah shalat meningkatkan kesadaran terhadap waktu. sehingga mempermudah kita dalam memanage kegiatan sehari-hari kita, belum lagi keutamaan-keutamaan gerakan shalat, yang katanya telah diteliti dapat meningkatkan kesehatan. Subhanallah

Untuk itu, dimomen berharga ini. semoga kita tidak hanya sekedar merayakan, tetapi direalisasikan dengan memperbaiki sholat kita dan ketepatan waktu dalam melaksanakannya.

Mungkin, hanya itulah yang dapat saya paparkan menurut pemahaman saya yang masih sangat awam ini. :)

Wassalam

Sabtu, 19 Juni 2010

Menyingkap Rahasia Sunnatullah

dakwatuna.com – Dalam sebuah pengajian di Masjid Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Los Angeles, seorang bertanya mengenai beberapa Negara yang tadinya lemah, tetapi kerana kerja keras mereka kini menjadi bangkit. Seperti Korea dan Jepang. Padahal mereka dalam pengelolaan sitem bernegara tidak pernah mengatasnamakan syariah. Demikian juga negara-negara maju lainnya di Eropa maupun di Amerika. Sementara umat Islam hanya berteriak syariah, tetapi mereka belum bangkit-bangkit.

Di manakah yang salah?

Memang pertanyaan seperti ini kerap kali muncul. Kalau tidak diimbangi dengan keimanan yang kuat dan pemahaman yang luas, bisa saja seseorang salah paham, lalu tiba-tiba ia keluar dari Islam. Sebab pada kenyataannya banyak negara umat Islam yang tidak berdaya dan tidak berwibawa. Bahkan mereka tidak sanggup menyelesaikan persoalan mereka sendiri secara internal. Lalu bagaimana cara menjawab pertanyaan seperti ini?

Saya jelaskan bahwa di alam ini ada dua sistem: Pertama, sistem yang didisain secara khusus untuk mengatur jalannya segala wujud, sehingga semuanya berjalan dengan rapi dan terartur. Ini disebut dengan sunnatullah, dan para ilmuan sering menyebutnya dengan istilah hukum alam. Kedua, sistem yang diturunkan melalui wahyu, untuk mengatur dan menuntun bagaimana manusia hidup di muka bumi sehingga tidak bertentangan dengan tujuan yang telah Allah swt. tentukan, ini disebut dengan syari’atullah. Adapun mengenai sunnatullah siapa saja yang mematuhinya ia akan mendapatkan manfaat secara duniawi. Tidak ada bedanya antara orang yang beriman maupun yang tidak. Sebab sunnatullah lebih berupa hukum kausalitas (sebab mesabab). Ia bersifat matematis. Siapa yang bersungguh-sungguh dapat manfaatanya. Siapa yang makan, kenyang sekalipun ia tidak beriman, dan yang tidak makan, lapar, sekalipun ia beriman. Dalam hal ini pernah dicontohkan dengan dua tempat. Satunya masjid dan satunya tempat maksiat. Secara sunnatullah tempat maksiat lebih patuh, yaitu di atas bangunan tersebut dipasang penangkal petir. Sementara masjid mengabaikan sunnatullah, dengan anggapan bahwa itu tempat ibadah. Maka tidak perlu diberi penangkal petir. Apa yang terjadi kemudian adalah bahwa tiba-tiba petir menyambar, masjid itu hancur dan tempat maksiat itu tidak.

Di sini menarik untuk dicatat bahwa hidup di dunia tidak cukup hanya dengan patuh kepada syariatullah tetapi juga harus patuh kepada sunnatullah. Islam bukan hanya ikut syariatullah tetapi juga ikut sunnatullah.

Rasulullah saw. tidak hanya mengajarkan shalat dan puasa tetapi juga mengajarkan kejujuran dan keadilan, kerapian, kerja keras, kedisiplinan, kesungguhan menegakkan hukum (sisi yang kedua ini termasuk sunnatullah). Islam tidak hanya melarang tindakan mengabaikan shalat, puasa dan ritual lainnya, tetapi juga melarang sogok menyogok, korupsi, menipu, kedzaliman dan sebagainya. Dalam kenyataan sehari-hari di tengah umat Islam masih banyak yang tidak mengambil Islam secara lengkap. Islam hanya diambil sisi syariahnya (baca: ritualnya) saja. Sementara sunnatullah di lapangan sosial diabaikan. Kebiasaan korupsi, menipu, sogok menyogok, tidak jujur dianggap pemandangan yang biasa. Sementara negara-negara maju, sangat takut dari kebiasaan seperti ini. Setiap tindakan menipu, sogok-menyogok, korupsi dan lain sebagainya, sekecil apapun mereka lakukan, maka akan ditindak secara hukum dengan tegas. Karenanya mereka maju secara keduniaan.

Sementara di sisi lain kita menyaksikan orang-orang Islam tidak berdaya. Mereka mati dipojok masjid, dan tidak bisa memberikan kontribusi bagi kemanusiaan secara luas. Padahal dalam sejarah Islam, telah terbukti bahwa umat ini pernah memimpin seperempat dunia, dengan kegemilangan sejarah tak terhingga bagi kemanusiaan. Puncaknya di zaman Umar Bin Khatthab lalu di zaman Umar bin Abdul Aziz. Pada zaman itu tidak ada seorangpun yang didzalimi. Umar bin Khaththab pernah mengumumkan bahwa anak bayi dari sejak lahir sampai umur lima tahun, ditanggung oleh negara. Dan ternyata aturan ini kini dipraktikkan di Amerika.

Seluruh pajak pada zaman itu benar-benar disalurkan secara benar. Tidak ada yang diselewengkan. Ditambah lagi dengan kewajiban zakat yang secara khusus disiapkan untuk membantu kemanusiaan. Kareananya pada zaman ke dua Umar tersebut rakyat tidak hanya mencapai puncak kesejahteraan tetapi juga mendapatkan keadilan hukum secara proporsional.

Di negara-negara maju ternyata telah mempraktikkan ini. Mereka hidup di atas pajak. Dan secara tarnsparan pajak-pajak tersebut dikelola dengan benar. Baik untuk pengembangan infra-struktur maupun untuk kebutuhan sosial secara umum. Semakin banyak tuntutan kebutuhan infra-struktur dan sosial semakin mereka tingkatkan pajaknya. Dalam perjalanan yang saya alami ke kota-kota besar di Kanada dan Amerika, saya banyak mendegar cerita bahwa belum pernah di sana ada seorang pasien ditolak masuk rumah sakit karena tidak punya biaya. Para homeless dan jobless (orang-orang yang tidak punya rumah dan tidak punya pekerjaan) mendapatkan tunjangan khusus dari negara berupa tempat tinggal dan kebutuhan makanan. Orang-orang jompo dirawat dan ditanggung oleh negara. Bagi mereka menyelamatkan kemanusiaan adalah hal yang harus diprioritaskan.

Dalam Islam, semua variable dan contoh-contoh tersebut adalah sunnatullah dan syariatullah sekaligus. Bahwa Islam bukan hanya sibuk mengurus perbedaan pendapat dalam masalah fikih seperti qunut, jumlah rakaat tarawih dan lain sebagainya, melainkan menyelamatkan kemanusiaa adalah juga Islam. Bahwa Islam bukan hanya shalat, dzikir di masjid-masjid, melainkan berkata jujur, menjauhi sogok menyogok, disiplin, bekerja keras, transparansi, tidak koupsi dan lain sebagianya adalah juga Islam.

Kini kita sudah saatnya umat Islam kembali ke fitrhanya semula, seperti yang dicontahkan Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya, serta penurusnya dari para tabi’in yang salih. Fitrah kepatuhan secara komprhensif, bukan parsial. Fitrah kesungguhan menjalankan syariatullah sekaligus sunnatullah. Sebab hanya dengan langkah ini umat Islam akan kembali berdaya dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemanusiaan di seluruh alam (baca: rahmatan lil aalamiin). Wallahu a’lam bishshawab.

Kamis, 17 Juni 2010

Mengucapkan "Seandainya" itu Haram

Bismillah

Mengucapkan "seandainya" haram? Wah, kalo gitu banyak banget dong dosa yang kita perbuat selama ini? Kan kita sering bangat mengucapkan kata “seandainya”. Dari mana haramnya sih? Eits, tunggu dulu, Ga semua ucapan “seandainya” itu haram. Nah dibawah ini dijelasin yang mana yang haram dan yang mana yang halal… Lets take a look!

Pertama: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan untuk memprotes syari’at, dalam hal ini hukumnya haram. Contohnya adalah perkataan: “Seandainya judi itu halal, tentu kami sudah untung besar setiap harinya.”

Kedua: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan untuk menentang takdir, maka hal ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak demam, tentu saya tidak akan kehilangan kesempatan yang bagus ini.”

Ketiga: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan untuk penyesalan, ini juga hukumnya haram. Semacam perkataan: “Seandainya saya tidak ketiduran, tentu saya tidak akan ketinggalan pesawat tersebut.”

Keempat: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan untuk menjadikan takdir sebagai dalih untuk berbuat maksiat, maka hukumnya haram. Seperti perkataan orang-orang musyrik:

وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ
“Dan mereka berkata: ‘Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).’” (QS. Az Zukhruf: 20)

Kelima: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan untuk berangan-angan, ini dihukumi sesuai dengan yang diangan-angankan karena terdapat kaedah bahwa hukum sarana sama dengan hukum tujuan.

Jadi, apabila yang diangan-angankan adalah sesuatu yang jelek dan maksiat, maka kata andaikata dalam hal ini menjadi tercela dan pelakunya terkena dosa, walaupun dia tidak melakukan maksiat. Misalnya: “Seandainya saya kaya seperti si fulan, tentu setiap hari saya bisa berzina dengan gadis-gadis cantik dan elok.”
Namun, apabila yang dianggan-angankan adalah hal yang baik-baik atau dalam hal mendapatkan ilmu nafi’ (yang bermanfaat). Misalnya: “Seandainya saya punya banyak kitab, tentu saya akan lebih paham masalah agama.” Atau kalimat lain: “Seandainya saya punya banyak harta seperti si fulan, tentu saya akan memanfaatkan harta tersebut untuk banyak berderma.”

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

Keenam: Apabila ucapan ’seandainya’ digunakan hanya sekedar pemberitaan, maka ini hukumnya boleh. Contoh: “Seandainya engkau kemarin menghadiri pengajian, tentu engkau akan banyak paham mengenai jual beli yang terlarang.”

See? , sudah tahu kan, "Seandainya" yang bagaimana yang diharamkan?
Semoga Bermanfaat....

Repost from someone's blog

Kamis, 10 Juni 2010

Our Beloved Gaza.....


Cahaya putih yang membutakan mata

Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati



Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal




Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini



Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar



Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal


Sabtu, 05 Juni 2010

Jauhkanlah Hamba dari Futur dalam MengingatMu!


“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Saudaraku…

Pengikut yang bertaqwa adalah mereka yang tidak menjadi lemah karena bencana, ujian, ketidakberuntungan yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah kepada musuh Allah dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.

Ada fenomena kelesuan atau futur dalam dimensi aqidah dan umumnya terjadi karena pergeseran orientasi hidup, lebih berorientasi pada materi duniawi an sich. Dan ada juga dalam dimensi ibadah dengan lemahnya disiplin -indhibath- terhadap amaliyah ubudiyah yaumiyah (harian). Adapun dalam dimensi fikriyah terlihat dengan lemahnya semangat meningkatkan ilmu. Di sisi lain pergeseran adab islami menyelimuti akhlaq mereka, belum lagi rasa jenuh dalam mengikuti aktivitas tarbawiyah atau pembinaan keislaman dan hubungan yang terlalu longgar antar lawan jenis.

Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun, kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para muharrik (orang yang bergerak) menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.

Dalam kondisi iman yang turun ini, para muharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan gerang langkah dakwah. Yaitu penyakit futur atau kelesuan.

Saudaraku…

Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak atau diam setelah bergerak, atau malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh.

Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari roda dakwah. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepada Allah dengan kualitas terbaik.

Firman Allah, “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya.” (Al-Anbiya: 19-20)

Karena itu Rasulallah sering berdoa:

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalku keridhaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu.”

Penyebab Futur

Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharrik, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya:

Pertama, berlebihan dalam din (Bersikap keras dan berlebihan dalam beragama)

Berlebihan pada suatu jenis amal akan berdampak kepada terabaikannya kewajiban-kewajiban lainnya. Dan sikap yang dituntut pada kita dalam beramal adalah washathiyyah atau sedang dan tengah-tengah agar tidak terperangkap dalam ifrath dan tafrith (mengabaikan kewajiban yang lain).

Dalam hadits yang lain Rasul bersabda:

“Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan atau menjadi berat mengamalkannya.” (H.R. Muslim)

Karena itu, amal yang paling di sukai Allah swt. adalah yang sedikit dan kontinyu.

Kedua, berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. (Berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi hal-hal yang diperbolehkan)

Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sangat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini bisa menghalangi dalam amal dakwah.

Ketiga, memisahkan diri dari kebersamaan atau jamaah (Mengedepankan hidup menyendiri dan berlepas dari organisasi atau berjamaah)

Jauhnya seseorang dari berjamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda: “Setan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (H.R. Ahmad)

Jika setan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhan (prasangka) yang tidak pada tempatnya kepada organisasi atau jamaah. Jika berlanjut, hal ini menyebabkan hilangnya sikap tsiqah (kepercayaan) kepada organisasi atau jamaah.

Dengan berjamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatan yang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memiliki gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata: “Sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.”

Keempat, sedikit mengingat akhirat (Lemah dalam mengingat kematian dan kehidupan akhirat)

Saudaraku…

Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kelima, melalaikan amalan siang dan malam (Tidak memiliki komitmen yang baik dalam mengamalkan aktivitas ’ubudiyah harian)

Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu terjaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah swt. Ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah atau spiritual yang baik sebagai dasar untuk bergerak dakwah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk sedikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Dakwah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya.

Allah berfirman: “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)

Keenam, masuknya barang haram ke dalam perut (Mengkonsumsi sesuatu yang syubhat, apalagi haram)

Ketujuh, tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan. (Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dakwah)

Setiap perjuangan selalu menghadapi tantangan. Haq dan bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung Islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa Arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para pelaku dakwah. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shadiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara ia tidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam perjuangannya. Dan itu membuat futur. Allah Berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Ahqaf: 14)

Kedelapan, bersahabat dengan orang-orang yang lemah (Berteman dengan orang-orang yang buruk dan bersemangat rendah)

Kondisi lingkungan (biah) dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun atau tolong-menolong dan saling menasihatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamasah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda:

“Seseorang atas diri sahabatnya, hendaklah melihat salah seorang di antara kalian siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)

Kesembilan, spontanitas dalam beramal (Tidak ada perencanaan yang baik dalam beramal, baik dalam skala individu atau fardi maupun komunitas atau jama’i)

Amal yang tidak terencana, yang tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas, tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berdakwah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal (sistematika kerja). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal.

Kesepuluh, jatuh dalam kemaksiatan (Meremehkan dosa dan maksiat)

Perbuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang juru dakwah mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiri pun sulit.

Cara Mengobati Kelesuan

Saudaraku…

Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.

Pertama, jauhi kemaksiatan

Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa musibah oleh kemurkaan-Ku, maka binasalah ia.” (Thaha: 81)

Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman:

“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi.” (Al-A’raf: 96)

Kedua, tekun mengamalkan amalan siang dan malam

Amalan siang dan malam dapat melindungi dan menjaga pelaku dakwah untuk selalu berhubungan dengan Allah swt. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah.

Allah berfirman:

“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqan: 63-64)

Ketiga, mengintai waktu-waktu yang baik

Dalam banyak hadits Rasulullah saw. banyak menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah swt. lebih memperhatikan doa hamba-Nya. Sepertiga malam terakhir, hari Jum’at, antara dua khutbah, ba’da Ashar hari Jum’at, bulan Ramadhan, bulan Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, rajab dll. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.

Keempat, menjauhi hal-hal yang berlebihan.

Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya.

Firman Allah:

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu!” (At-Taghabun: 6)

Islam adalah Din tawazun (keseimbangan). Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Demikianlah kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil) dan pilihan. (Al-Baqarah: 143)

Kelima, melazimi Jamaah

“Berjamaah itu rahmat, Firqah (perpecahan) itu azab.” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya surga, hendaklah ia melazimi jamaah.”

Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majelis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan rutinitas.

Keenam, mengenal kendala yang akan menghadang

Saudaraku…

Pengetahuan pelaku dakwah dan pejuang akan tabiat jalan yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, akan membuatnya siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman:

“Dan beberapa banyak Nabi yang berperang bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Ketujuh, teliti dan sistemik dalam kerja.

Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatul muntijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan pejuang, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti, insya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan.

Kedelapan, memilih teman yang shalih

Rasulullah bersabda:

“Seseorang tergantung pada sahabatnya, maka hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.” (H.R. Abu Daud)

Kesembilan, menghibur diri dengan hal yang mubah

Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif serta memberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan.

Kesepuluh, mengingat mati, surga dan neraka

Rasulullah bersabda: “Jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Saudaraku…

Ketahuilah, bahwa futur menyebabkan jalan dakwah yang harus di tempuh menjadi lebih panjang, sebab tidak mendapatkan ma’iyatullah (kebersamaan dan pembelaan Allah) dan daya intilaq (lompatan) kita menjadi lebih berat, baik karena borosnya biaya dan rontoknya para pejuang dan penyeru dakwah. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kita, Amin. Wallahu a’lam bis shawab

Fikih Dakwah
Oleh :Mahfudz Siddiq, MSi.

repost from:
Dakwatuna - Agar Futur tidak menghantui

Yuk! Lebih dekat dengan Islam...





Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

dakwatuna.com – Kesadaran terhadap adanya musuh membuat kita semakin peka terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan saat itulah kita akan terbebas dari tipu daya atau paling tidak kita mampu mengantisipasi tipu daya yang mungkin terjadi pada diri kita yang akan mencelakakan kita. Salah satu di antara permasalahan yang paling penting untuk disadari oleh umat Islam khususnya pada saat sekarang ini adalah tentang ghazwul fikri (perang pemikiran) yakni suatu inovasi pemikiran atau suatu gerakan yang sangat hebat dalam persoalan pemikiran.

Perang pemikiran menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengenai masalah-masalah ilmu pengetahuan, tapi juga seluruh dimensi kehidupan diawali dengan pemikiran itu sendiri. Terutama persepsi yang seringkali kita munculkan, seringkali kita dengar dari orang-orang, itu jelas merupakan bagian dari proses yang sedang digarap dalam proses Al Ghazwul Fikri.

Penting kita melihat bagaimana sebenarnya kondisi umat Islam sekarang ini. Banyak sekali kemunduran-kemunduran, khususnya pada abad-abad terakhir ini. Setelah umat Islam di masa-masa kejayaannya pertama di masa Rasulullah saw, kemudian masa para sahabatnya. Dilanjutkan para tabiin dan tabiin sampai 7 abad berikutnya. Sampai kemudian dilanjutkan lagi dengan peradaban di Andalus sebagai inspirasi dari renaissance yang terjadi di barat. Renaissance dalam Islam ada 2 yaitu:

  1. Renaissance di timur yang seringkali oleh sejarawan muslim dilihat dengan kebangkitan Islam, peradaban dan ilmu pengetahuan di Baghdad.
  2. Renaissance di barat yaitu dengan peradaban yang pernah dimiliki oleh Islam yang berada di Andalus, sebagai inspirator bagi berkembangnya ilmu pengetahuan bahkan lahirnya pencerahan atau renaissance di Eropa.

Jika kita melihat pada kehebatan umat Islam saat itu, lalu mengapa saat ini umat Islam justru mengalami anti klimaks yang sangat merugikan umat Islam itu sendiri. Ini bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, apalagi mempermasalahkan Allah SWT dengan mengatakan bahwa ini adalah takdir. Oleh karena itu penting sekali kita mencoba mengevaluasi, merenungkan, mencari sebab-sebab apa sajakah yang mengakibatkan kemunduran kaum muslimin ini. Para ulama berhasil menemukan dan merumuskan sebab-sebab kemunduran kaum muslimin ini ditinjau dari 2 faktor.

1. Faktor Internal

a. Akibat jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan As Sunnah .

Kitabullah yang dulu pertama kali diajarkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya, yang kemudian Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya dengan sebaik-baik pengajaran. Kitabullah yang telah mengangkat harkat derajat manusia dari ke-jahiliyah-an yakni masyarakat yang diliput dengan kebodohan. Dengan Kitabullah mereka bangkit dengan memiliki persepsi yang baru tentang kehidupan. Rasul membacakan ayat-ayat Allah kepada para sahabatnya, sehingga membentuk skema berfikir dan konsep diri yang mengakibatkan cara melihat para sahabat kepada dirinya berbeda dengan cara melihat waktu dulu sebelum mereka menjadi muslim. Mereka tidak pernah berfikir akan mampu mengalahkan Romawi dan Persia, tetapi dengan Islam mereka memiliki konsep diri yang baru dan kepercayaan diri yang tinggi bahwa mereka akan menjadi bangsa besar bahkan mampu menenggelamkan Romawi dan Persia dan itu sudah terbukti.

Jauhnya umat Islam dari Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya merupakan salah satu yang mengakibatkan umat Islam kini mempunyai konsep diri yang buruk sekali. Seringkali kita menghambat diri kita dari kemajuan yang seharusnya kita capai dengan misalnya mengatakan tidak mungkin menyaingi mereka (musuh-musuh Islam). Menjauhkan umat Islam dari bahasa Al Qur’an adalah akibat yang timbul dari perang pemikiran ini. Seringkali kita mempunyai persepsi bahwa belajar bahasa Al Qur’an (bahasa Arab) itu sulit.

b. Adanya ketidakpercayaan umat kepada Islam.

Akibat persepsi umat Islam sendiri tentang Islam yang tidak jelas karena bukan Islam yang dipelajari dan dipahami dari Al Qur’an dan Hadits. Dan orang-orang yang benar-benar menguasai tentang itu sangat sedikit akibatnya adalah ketika nilai-nilai yang sesungguhnya cukup kaya dalam Qur’an dan Sunnah tidak lagi dimiliki oleh umat Islam, pada saat itulah umat Islam kekurangan dan kehilangan nilai. Maka yang terjadi adalah munculnya kekalahan internal.

c. Taklid (ikut-ikutan).

Karena umat tidak punya nilai, tidak memiliki prinsip-prinsip yang sangat berharga sebagaimana yang ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah, akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari nilai dari orang lain. Kalau sudah demikian yang terjadi, maka mereka akan mengikuti apa saja sesuai dengan kebiasaan orang lain. Akibatnya adalah ikut-ikutan. Ini yang pernah diantisipasi oleh Rasulullah SAW, dalam haditsnya “Sungguh kalian akan mengikuti cara-cara Sunan, gaya-gaya orang-orang sebelum kalian satu jengkal, satu hasta, satu depa, secara bertahap sehingga sampai mereka memasuki lubang biawak sekalipun kalian akan mengikutinya”. Para sahabat bertanya, ”Yahudi dan Nasrani?”. Jawab Rasul, ”Siapa lagi kalau bukan mereka”.

Antisipasi ini nampaknya sudah terasa di masa sekarang. Penyebabnya adalah umat ini telah kehilangan nilai, prinsip dan tidak punya paradigma dalam hidup serta konsep hidup tidak jelas. Padahal dalam Qur’an dan Sunnah sangat kaya dengan seluruh prinsip kehidupan manusia.

d. Tafriqoh (terjadinya perpecahan di kalangan umat).

Banyaknya organisasi-organisasi dan partai-partai umat Islam yang diakibatkan karena umat sekarang ini tidak punya nilai konsep persatuan dan kesatuan fikrah pemikiran, dan aqidah. Semua terpecah dengan mengikuti pahamnya masing-masing. Akibatnya mereka pun tertinggal dari berbagai macam gelombang kontemporer yang terus berkembang. Seringkali umat Islam tertinggal dalam perkembangan dunia.

2. Faktor Eksternal

a. Berasal dari musuh utama umat manusia yaitu syaitan dan iblis.

Kecemburuan iblis terhadap Adam sangat besar sekali dan dia tidak suka dengan prestasi dan kelebihan yang telah Allah berikan kepada Adam as. Ketika Adam dan istrinya diperintahkan oleh Allah untuk menempati surga dengan fasilitas yang mewah dan sempurna. Makanlah sesuai dengan kehendakmu tetapi Allah menguji Adam dan janganlah engkau dekati pohon ini, lalu kamu nanti termasuk orang-orang yang zhalim. Saat itulah kesempatan syaitan masuk untuk melakukan sebuah proses untuk menyesatkan Adam dengan cara was-was memberikan ide yang membuat Adam ragu dengan targetnya adalah agar kehormatan keduanya itu terlepas.

Di antara bentuk penyesatan yang dilakukan oleh syaitan juga adalah pembentukan opini. Kata syaitan, tidaklah Tuhan kamu berdua melarang kamu dari pohon ini kecuali kamu bakal menjadi malaikat atau kamu akan termasuk orang-orang yang kekal. Keduanya akhirnya terjebak tertipu oleh rayuan iblis itu. Target yang dikehendaki iblis itupun terwujud. Kemudian nabi Adam dan istrinya memetiki dedaunan surga untuk dibuat pakaian untuk menutupi kehormatan. Saat itulah Allah memanggil keduanya, bukanlah Aku larang kalian berdua dari pohon itu dan Aku katakan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata. Ini merupakan akar ghazwul fikri, bahwa syaitan itu merupakan pengganggu pertama untuk senantiasa menciptakan opini yang menyesatkan dan dia pun mencoba mendidik syaitan-syaitan di kalangan manusia untuk menyesatkan manusia dengan cara seperti itu. Dan perlu dipastikan bahwa kemampuan syaitan hanya sebatas memberikan ide dan gagasan, mengajak dan propaganda, tidak lebih dari itu. Seperti dalam surat 14 ayat 22, bagaimana pengakuan syaitan kelak di hari kiamat, syaitan hanya mengajak dan Allah telah memberikan peringatan.

b. Adanya pertempuran antara haq dan bathil yaitu keimanan dan kekufuran.

Salah satu pelajaran berharga bagi umat Islam adalah “Perang Salib”, yang menggunakan berbagai dimensi pertempuran, politik, ekonomi, dan perang di tataran keagamaan. Musuh-musuh Islam menggunakan berbagai macam cara, mereka itu dari berbagai macam kelompok yaitu orang-orang yang tidak beragama, atheis, Yahudi, musyrikin, nasrani dan munafik. Ulama menyatakan: apapun jenisnya kekufuran itu merupakan satu pokok ajaran. Mereka bersatu padu untuk membangun satu kesepakatan dan konspirasi yang selanjutnya mereka menggunakan berbagai macam sarana:

  • Sarana informasi, ide, dan gagasan pemikiran sampai kepada tingkat pemojokan, istilah saja yang memojokkan umat Islam sudah cukup banyak, contoh: fundamentalisme.
  • Berbagai macam cetakan, buku, majalah, media cetak, dikuasai oleh mereka.
  • Berusaha membangun image yang mewah dalam kehidupan ini, berbagai kemewahan senantiasa ditawarkan dalam kehidupan manusia sehingga kita semakin cinta dunia dan melupakan akhirat.
  • Berbagai klub, organisasi, kelompok-kelompok, diciptakan dengan berbagai aspek dan dimensi terutama dalam bidang entertainment, termasuk juga olahraga yang seharusnya untuk menyehatkan fisik, kini telah disulap menjadi komoditi yang menyita berbagai macam perhatian manusia. Bahkan banyak di antara manusia yang berani mengorbankan puluhan juta, ratusan bahkan milyaran rupiah demi hobi dalam olahraga, contoh: golf, automotif. Walau semua olahraga, tetapi kalau hampir menyita kekayaan manusia sementara meninggalkan aspek-aspek yang sangat prioritas dalam kehidupan manusia yaitu membantu kesejahteraan orang-orang yang miskin yang sudah dilupakan.

Pada akhirnya dengan seluruh sarana itu umat Islam digiring menjadi kelompok yang tertindas, kelompok yang selanjutnya mereka dengan sangat gampang dijadikan sebagai kelompok bawah. Pada saat umat ini merasakan titik bawah dalam kehidupan, kehilangan kepercayaan diri, saat itulah mereka punya peluang untuk dimurtadkan sehingga untuk menjadi orang-orang yang murtad. Perang pemikiran ternyata merupakan langkah pertama yang utama dalam pertempuran antara haq dan bathil. Oleh karena itu umat Islam penting untuk mengantisipasi yang pertama kali dengan kecerdasan intelektual. Banyak teori-teori sekarang ini yang menjauh dari nilai-nilai Islam, teori yang terkait dengan kemanusiaan, seperti ekonomi politik, sosial budaya atau psikologi. Karena kita tidak memiliki kekuatan prinsip nilai-nilai Islam, tidak memiliki paradigma teori yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw, pada akhirnya kita semua mengikuti seluruh teori-teori itu tanpa sedikit pun kita menyeleksi, akibatnya persepsi kita berubah. Cara berfikir kita juga berubah, umat Islam tidak lagi mencerminkan cara berfikir yang islami, sehingga emosi umat Islam pun tidak memiliki emosi yang islami.

Al Ghazwul fikri banyak sekali aspeknya dan itu bisa dibaca dan dikembangkan nanti dalam sejumlah buku. Karena orang-orang sangat menekuni aspek ini sehingga lahirlah apa yang disebut Al Musytasyrikun (kelompok orientalis) sampai di antara mereka dalam proses ghazwul fikri menghafal Al Qur’an, mempelajari sejumlah hadits-hadits nabi saw, bahkan menghafal ribuan hadits. Mereka bukan saja menghafal Al Qur’an juga menguasai tafsir-tafsir Al Qur’anul karim. Bertahun-tahun mereka belajar, kursus bahasa Arab, hanya karena untuk melicinkan kemenangan mereka di tataran pemikiran ini. Kalau sudah itu yang terjadi apalagi alasan umat Islam untuk tidak mendalami nilai-nilai Islam.

Seharusnya kitalah yang memiliki kemampuan serta keinginan kuat seperti itu. Semakin kita memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Qur’an, semakin kita dekat dengan Kitabullah dan sunnah Rasul saw, untuk prinsip-prinsip itu akan kembali kita kuasai. Pada akhirnya kepercayaan diri umat ini akan mengangkat diri kita tidak lagi merasa menjadi orang-orang yang lemah. Tetapi kita berhasil bangkit dengan keunggulan dan kompetensi yang kita miliki. Kelebihan-kelebihan yang telah Allah anugerahi dengan anugerah Al Qur’an dan sunnah Rasulullah saw, pada saat itulah kita akan menghadapi berbagai jenis pertempuran apapun yang direkayasa dan direncanakan orang lain. Umat ini akan siap menghadapi dengan sebenar-benar siap. Insya Allah.

Fikih Dakwah

Oleh: Amang Syafrudin, Lc.


Repost From :

http://www.dakwatuna.com/2010/perang-pemikiran-ghazwul-fikri-bagian-ke-1/

Yuk, Lebih dekat dengan Islam!

Minggu, 16 Mei 2010

Lagi-Lagi Jahiliyah

Persaingan Internasional Menggambar Sketsa Nabi MUHAMMAD (Shallallahu "alaihi wa Sallama) pada Mei 2010 20.

================================================
INFO :
WAKE UP-CALL.
"Kompetisi
Internasional Menggambar Sketsa Nabi
MUHAMMAD (saww) pada 20 Mei
2010
Event di FACEBOOK.
Judul:
Setiap Orang Menggambar MUHAMMAD.
Lebih dari 12.000 seniman iblis
telah terdaftar ....
Protest n Hapus Even ini.
Report terhadap Event ini.
KLIK
http://www.facebook.com/event.php?eid=113257775375783&ref=ts

>>>>"BOIKOT FACEBOOK, pada 20 Mei.2010"<<<<>>>JIKA SAMPAI DENGAN 19 MEI EVENT TERSEBUT TIDAK JUGA DITUTUP, MAKA SETIAP MUSLIM DIHARAPKAN DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK ONLINE FACEBOOK PADA 20 MEI 2010

>>> KITA LAWAN AKSI PARA IBLIS KAFIR INI DI MULAI DARI ESOK
HARI HINGGA EVEN INI DI BUBARKAN. TENTUNYA DENGAN AKSI DAMAI.

>>> MINIMAL:

1.) Tinggalkan pesan damai pada event terkutuk tsb
http://www.facebook.com/event.php?eid=113257775375783&ref=ts
dengan tujuan:
**
memberi mereka pemahaman yang benar seputar akhlak Nabi SAW.
**
jika setiap muslim melakukan post pada wall di event tsb, maka tidak akan ada tempat tersisa bagi mereka untuk Posting karikatur Nabi SAW.
**
jika komentar damai kita ada dalam jumlah mayoritas di event terkutuk tsb maka bisa dipastikan akan melumpuhkan semangat mereka untuk menggambar karikatur Nabi SAW.

2.) Atau jika teman-teman ada saran yang lebih baik dan evektif untuk menggagalkan event tsb maka lakukanlah selama masih dalam garis damai.

>>> SEBARKAN INFO INI DI DUNIA MAYA DAN DUNIA NYATA

>>> info per 18 Mei 2010 19.53 WIB

di kancah internasional sudah lebih dari 16.000 facebookers bule dan indo yang bakal ikut boikot. gabung juga di event boikot international di bawah ini:

http://www.facebook.com/event.php?eid=127588200587964

sedangkan yang gabung di lomba menggambar karikatur Nabi SAW hanya sejumlah 14.000!!

Yok ikut gabung juga di event boikot bawah ini (International Boycott).

http://www.facebook.com/event.php?eid=127588200587964

Setidaknya kita tunjukkan jumlah umat di dunia ini yang masih mencintai Nabi sangatlah banyak.

Sabtu, 15 Mei 2010

Akhwat Tangguh

Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. "Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (Can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.

Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore tanggal 18/8/2009. Di Trans TV juga disiarkan hari selasa beberapa hari sebelumnya, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

* Astaghfirullah. Gimana bisa kita masih sering mengeluh hanya karena tabungan ga nambah-nambah?
* Gila…(sensor) . Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Kita aja jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget. Lemah.
* Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata, sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh girl, you are so great. Wonderfull.
* Subhanallah... Akhwat yang tangguh, tidak mengeluh, tidak mengenal gengsi, ikhlas menjalani hidup.
Kelak akan menjadi istri yang solekha...

Repost from :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1235906217#!/notes/alvia-mulyadi/demi-ilmu-aku-rela-mnjadi-seorang-pemulung-akhwat-tangguh/373673463548

Jumat, 23 April 2010

Kalamullah - Serulah manusia dengan cara yang baik

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 125)





cem mane ni bahasa melayu... hehehe

Kemasan baru Jahiliyah

Bismillah
Estafet jahiliyah telah diterima dengan manis oleh penerus bangsa, berdengunglah kini seruan menuju tatanan dunia baru. Ya, inilah dunia baru yang jalhiliyahnya begitu tertata . Ia menjadi teori ilmiah yang sulit dibantah. iya menjadi istilah-istilah mewah yang diucapkan dengan gagah. Ia menjadi sistem-sistem terstruktur yang menggerakkan roda politik, gerigi ekonomi, rantai sosial dan patron budaya.


Berhala-berhala seakan berlomba untuk merubah wujudnya agar tampil lebih elegan diputaran zaman. Ada yang tak banyak merubah dirinya seperti penyembahan dunia angkasa. Penyembahan bintang dan benda angkasa hanya memindah tempat ibadahnya ke halaman tabloid dan majalah. Ia berganti nama baru: zodiak dan horoskop.

Ada juga yang metamorfosisnya sempurna. Inilah berhala kupu-kupu. Dunia sedang menyaksikan da'wah agama paganisme konsumerisme melalui iklan di televisi. Dan setiap waktu berbondonglah penyambut seruan itu menuju tempat-tempat ibadah yang elegan yang kini menjamur sampai pinggiR kota: Mall-mall megah.


oleh: Salim A. Fillah (dalam karya beliau "Saksikan bahwa aku seorang Muslim")


Jumat, 16 April 2010

Best Friend Ever



Sahabat
terbaik bagi saya adalah apabila didekatnya,
membuat saya selalu ingat kepada-Nya.




Kamis, 18 Maret 2010

Dialog Allah SWT dengan Malaikat

Suatu hari, Rasulullah menyampaikan berita kepada sahabat tentang adanya malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, berkeliling di muka bumi, untuk mencari orang yang selalu berdzikir, mencari majelis-majelis yang berdzikir. Jika malaikat itu menemukan apa yang dicari, maka dia akan berseru kepada malaikat lainnya, “Kemarilah, inilah hajat kalian!”

Lalu para malaikat itu mengelilingi kaum yang sedang berdzikir tersebut, ikut duduk bersama mereka, dengan membentangkan sayap-sayap mereka sampai ke atas langit dunia. Jika orang-orang yang berdzikir tadi selesai melakukan dzikirnya, para malaikat naik ke langit. Pada saat itu Rabb bertanya kepada malaikat

– dan Dia Lebih Mengetahui – :

Allah SWT: “Apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?

Malaikat: “Mereka bertasbih kepada-Mu, bertakbir, bertahmid, dan mengagungkan-Mu” jawab para malaikat.

Allah SWT: “Apakah mereka melihat-Ku?

Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu!

Allah SWT: “Apa yang mereka minta?

Malaikat: “Mereka meminta Surga kepada-Mu.”

Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?

Malaikat: “Tidak wahai Rabb, mereka belum pernah melihatnya!

Allah SWT: “Lantas bagaimana jika mereka melihatnya?

Malaikat: “Andaikan mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih sangat
mendambakannya, lebih sangat menginginkannya, dan lebih senang kepadanya!

Allah SWT: “Lalu dari apa mereka meminta perlindungan?

Malaikat: “Mereka meminta perlindungan dari Neraka.

Allah SWT: “Apakah mereka pernah melihatnya?

Malaikat: “Tidak, demi Allah, mereka belum pernah melihatnya.”

Allah SWT: “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?

Malaikat: “Seandainya mereka pernah melihatnya, tentu mereka lebih menjauh daripadanya dan lebih takut daripadanya.”

Lalu Allah SWT berfirman, “Saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni untuk mereka.”

Salah satu dari malaikat pun berkata, “Wahai Rabb, di tengah-tengah mereka ada seseorang yang bukan dari golongan mereka. Orang itu datang untuk suatu kepentingan(bukan untuk berdzikir)!

Allah SWT menanggapinya, “Mereka itu adalah kelompok orang yang tidak akan celaka, siapa pun yang ikut duduk dengan mereka!

Maraji’:
Hadits Riwayat Bukhari – Muslim. Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah.

(hudzaifah/hdn)

Repost from:
http://www.dakwatuna.com/2009/dialog-allah-swt-dan-malaikat-tentang-orang-orang-yang-berdzikir-dan-berdoa/

Rabu, 10 Maret 2010

Langkah Awal

Assalamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillahirabbil'alamin, semoga kita msih tetap istiqamah dijalannya.

Sungguh tak di sangka-sangka, jika dibilang kebetulan, saya masih berprinsip kalau didunia ini tidak ada yang kebetulan. tapi sungguh sebuah prestasi membanggakan untuk akhwat-akhwat AFQ tercinta.

Begini ceritanya, waktu itu jum'at 5 maret 2010 hari terakhir ujian tengah semester, teman kami Fina terlalu pagi tiba disekolah (rajin amat -,-). Daripada tidak ada yang dia kerjakan, dia memutuskan untuk merapikan loker di area akhwat masjid kami tercinta. ketika dia sedang merapihkan loker, tiba-tiba dia menemukan sebuah ampop cokelat besar. dan ternyata isinya adalah surat undangan dari SMAN 14 yg akan mengadakan suatu event . sontak ia melihat waktu pelaksanaannya adalah tanggal 6 MARET 2010!!!! itu artinya besok pagiii...

Tetapi, entah apa yang ada difikirannya, justru dia sangat optimis mengajak kita untuk ikut berpartsipasi dan mengikuti lomba nasyid. saya sontak berkata, "ahhh ga mungkin, itu udah besok! gimana caranya latihan cuma sehari? ga mau ikutan ahh!". yang lain juga berfikiran sama. tetapi setelah difikir-fikir, apa salahnya untuk dicoba? kalah menang kan memang sudah bumbunya perlombaan. Akhirnya kami setuju, kami berenam fina, diah, kamil, fido, rharha dan saya, secara dadakan membentuk team nasyid, kami beri nama "Nasyid al-Furqan akhwat", (semoga yang ihkwannya segera menyusul :D). padahal siangnya kami harus mengkoordinir acara maulid nabi Muhammad SAW. sore harinya kami baru bisa memulai latihan.

Pada peraturannya kami boleh memilih dua lagu yang telah ditentukan oleh panitia, akhirnya kami memilih lagunya secara random, yang sekiranya kami bisa hafal secepatnya, yang pertama adalah Rabithah dari Izzis, kami memang sudah menghafalnya sejak lama, karena lagunya memang bagus, yang kedua kami memilih lagu kasih putih dari snada. agak repot, karena hanya saya dan fina yang hafal lagunya, jadi kami masih harus men-download lagunya supaya yang lain bisa hafal, kemudian kami membuat lagu pembuka dan penutup.

Kami masih belum yakin, tapi kami tetap berlatih, kami samakan suara. saya sebenarnya menyisipkan sedikit rasa optimis, karena ukhti-ukhti al-furqan yang cantik, memiliki suara yang bagus-bagus, hanya saya yang pas-pasan suaranya. hahaha tak apalah, setidaknya saya bisa membantu meramaikan.

Setelah pas menurut kami, kami segera merangkai koreo, variatif, tapi tak berlebihan, itu yang kami usung (halah). kami juga mencoba mendalami ekspresi. walaupun masih beberapa kali salah. kami optimis dan nekat, semoga dipanggung bisa lebih fokus dan tidak salah lagi.

dagdigdugduer, kami semua keringat dingin menunggu giliran ckck. kami mendapatkan giliran kelima. team nasyid dari beberapa sekolah tampil bergiliran, lucu-lucu, bagus, namun ada beberapa team yang mengalami kesalahan yang cukup fatal. "lupa lirik". fiuhhh, kami makin gemetar. kemudian kami dihibur dengan acapela dari SMAN 60, "suap ketupat, suap..ktupat ktupat, suap ketupat, suap...ktupat ktupat", ckckck kreatif! brafo! luarr biasa! -,+
sampai akhirnya tiba giliran kami, bismillah, Allahu Akbar!!!

Kami mencoba semaksimal mungkin, kami melakukan beberapa kesalahan kecil, saya sempat salah gerakan, ada juga yang salah masuk bagian acapela. tapi, mudah-mudahan kasat mata, setidaknya kami tidak melakukan kesalahan fatal yaitu "lupa lirik". Alhamdulillah, usai juga. kami sempat berfikiran jika kami tidak akan menang. tapi, walaupu begitu kami sudah merasa cukup maksimal meskipun dengan waktu latihan yang cuma "3 jam" itu.

tanggal 7 maret 2010, hari puncak acara "Islamic Festival" SMA N 14, saya dan fina mewakili teman-teman lain yang tidak dapat hadir untuk pengumuman lomba sekaligus mewakili para ikhwan yang telah memenangkan lomba cerdas cermat, Imad, Yuda dan Syahrully (selamat yaaa! kalian hebat, padahal latihannya juga mendadak). kami berangkat pukul 12.30 kurang lebih, padahal janjian jam 12 tepat. saya telat. dan sayang sekali, kami melewatkan talk show dari A. Fuadi, penulis novel "Negeri 5 menara" yang bagus sekali itu.

dagdigdugduer lagi, pengumuman tiba, tiap-tiap lomba diumumkan pemenangnya, yang menang bersorak-sorai, kami ikut senang, tidak sabar menunggu giliran pengumuman pemenang nasyid. tak lama kemudian...

MC: "Juara tiga lomba nasyid akhwat...... SMA Negeri 78
saya: (berbisik-bisik) fin, ga salah denger kan?
Fina: ...........??
MC: AL FURQAN!!!
fina dan saya: saling mengguncangkan badan menyadarkan diri.
Fina: bener itu kita!!!
Fina dan saya: Allhamdulillaaahhhh
Allahu Akbar!

Fina segera maju mengambil thropy dan hadiah, saya juga maju kemudian untk mewakili ikhwan yang menang lomba cerdas cermat. kami tidak menyangka dan sangat bangga, karena juara I & II-nya adalah group nasyid ikhwan (ternyata diakumulasi).

Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada SMAN 14 yang telah memberikan kami kesempatan. ini merupakan prestasi pertama yang kami dapat diluar sekolah. (dari dalam sekolah tentunya proker2 yang cukup lancar kami laksanakan, itu juga mrupakan prestasi loh! hehe) semoga kedepannya kami dapat memaksimalkan prestasi kami baik didalam maupun di luar sekolah terutama bagi ROHIS SMAN 78, semoga lebih baik dan terus meningkatan eksistensinya didunia Dakwah. serta semoga ini menjadi langkah awal karier nasyid Al-Furqan akhwat. amien

Love you AFQ
Salam Ukhuwah...

Jumat, 05 Februari 2010

Aisyah Binti Abu Bakar

Assalamu'alaikum wr. wb

Siapa yg tidak mengenal Aisyah ra, Ia adalah putri pertama dari pasangan Abu Bakar Ash-Shiddiq Abdullah bin Abu Quhafah dan Ummu Ruman binti Amir. Rasul menikahi Aisyah pada usia enam tahun setelah Siti Khadijah wafat. Dan Aisyah baru tinggal satu atap dengan Rasul di usianya yang menginjak sembilan tahun.
Aisyah adalah sosok wanita yang berwibawa dan cantik. Karenanya Rasul memberi julukan ‘Humaira (yang kemerah-merahan pipinya)’. Aisyah juga dikenal sebagai wanita yang cerdas dan pandai sehingga menjadikannya termasuk al-mukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadis). Muslimah yang wafat pada usia 63 tahun ini telah meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw. sebanyak 2210 hadis. Di antaranya, 297 hadis tersebut dalam kitab shahihain dan yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih 174 hadis.
Meski tidak dikaruniai keturunan dari Aisyah, Rasulullah saw. sangat mencintainya. Tahu kenapa? Aisyah r.a. pernah berkata tentang dirinya sendiri, “Saya telah dianugerahi sembilan perkara yang tidak pernah diberikan kepada siapa pun setelah Maryan binti Imran:

1.Telah datang Jibril (dalam mimpi Rasulullah saw.) dengan gambarku dan menyuruh beliau untuk menikahiku,
2.Rasulullah saw. menikahiku dalam keadaan perawan dan tidak demikian halnya dengan istri Rasul yang lain,
3.ketika Rasulullah saw. diambil nyawanya, kepala beliau berada di pangkuanku,
4.sayalah yang menguburkan Rasulullah saw di rumahku,
5.ketika wahyu turun kepada Rasulullah saw, saya turut serta menemaninya di biliknya,
6.saya adalah putri khalifahnya dan teman kepercayaannya,
7.telah turun permaafan (udzur) buatku dari langit (dalam peristiwa ‘haditsul ifki’),
8.saya telah diciptakan dalam keadaan baik (suci) untuk mendampingi orang yang baik dan
9.saya telah dijanjikan pengampunan dan rezeki yang mulia.”

Teman, kita patut mencontoh ibunda Aisyah. Menjadi pemudi yang mengambil peran dalam dunia ilmu pegetahuan, terutama pengetahua Islam, menunjukkan eksistensi Islam, tidak membiarkan Islam diremehkan dan dijatuhkan oleh mereka yg telah buta mata hatinya untuk dapat melihat dan memahami keindahan Islam. [hafidz, disarikan dari ‘Perempuan-Perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah saw.’]

Repost from Sobat Muda by Hasna Hawwa

Ayo menjadi "Aisyah abad 21"!!! :D

Jumat, 18 Desember 2009

Kalamullah-Jangan Sia-siakan

Dan Kami hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka). (QS 25: 23)

Kamis, 26 November 2009

Munafikizm

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Wah2, hampir saja blog saya ini bulukan karena sudah lama sekali tidak dicolek-colek. :D

Apa kabar semua? semoga tetap semangat ya meskipun sebentar lagi UAS. Dikesempatan kali ini, saya hanya ingin menumpahkan pendapat saya dimana saya tidak pernah berani mengungkapkannya kepada siapapun (ribet). lagi2 karena saya orang yg sulit berbicara di beberapa situasi dan kondisi. yaaa, saya pendengar yg baik memang! ( karena saking sulitnya berbicara).
Sebenarnya blog ini terilhami dari realita pahit sarat makna yg belum lama ini terjadi di kehidupan saya.......

kita semua adalah manusia biasa, tidak ada satu orangpun yang Allah ciptakan memiliki pribadi seperti malaikat. tidak ada cacat, dan bersih dari noda. meskipun kita manusia, diciptakan sebagai makhluk yg paling mulia disisi-Nya. bukan begitu bukan?

YA!!!!, ibaratnya saya baru saja melihat malaikat yg berubah jadi manusia biasa. saya sadar, saya memang bodoh. terlalu dibutakan oleh tampilan luarnya yg begitu sempurna dilihat dari berbagai sisi. Alhamdulillah sekarang saya telah diberi sedikit celah untuk menyaksikan sendiri, sehingga saya tersadar dari lamunan panjang yang sia2.... -,-"

"Ternyata tak sesempurna yang saya kira........"

Berawal dari itu semua, teman2 semua pasti tahu mengenai PHV (maaf saya samarkan untuk menjaga nama baik penulis. ;D). itu adalah segugus virus, dapat berawal dari suatu rasa dan asa berbeda yg sebenarnya lumrah terjadi pada kita sang makhluk bernyawa. saya tidak ingin mendeskripsikan lebih jauh, mencoba untuk tidak munafik. meskipun saya ini begitu munafik. -,-".

Siapapun yang pernah muda, saya yakin pernah terinfeksi virus ini. namun, semakin hari rasanya semakin bingung jika kita dipaksa mengambil tindakan untuk virus yang satu ini. diobati atau dinikmati ya?
untuk itu saya mencoba menelisik plus-minus dari virus yang satu ini. check this out!

minus
1. hanya akan membuang waktu remaja kita

2. membuat kita jadi kurang fokus terhada hal2 penting dalam hidup kita, terutama bagi saya yang dari awal memang sulit fokus dalam berbagai hal

3. are you sure that he's our future boy? klo engga? yahhh sayang banget waktu kita habis buat orang yang bukan siapa2 dan gabakalan jadi siapa2 kita girls

4. dipandang dari sisi agama, udah jelas lah tanpa fatwa haram yang bakal jadi pro-kontra juga mestinya kita sudah bisa menyadarinya terutama secara logika

5. banyak orang bilang, hidup jadi hampa atau apalah. masih banyak hal2 yang halal yg bisa mengisi kekosongan kita. teman, sahabat, rekan kerja, orang tua, sepupu, keponakan, tetangga, banyak maaaannn!!!

6. selain juga karena terkontaminasi sinetron dan film2 lebay di televisi, kita jadi terlalu terlena dan melankolis terhadap hal2 sepele, hal ini akan mengganggu psikologis kita

plus
1. -
2. -
3. kayaknya ga ada deh! hehe

jadi udah cukup jelaskah?, perlu diobati atau dinikmati? itu semua kembali pada diri kita sendiri. bagi saya, tunggu apa lagi? saya takut virus terebut menggerogoti tubuh dan fikiran saya.

maaf sebelumnya, apabila disetiap postingannya menggunakan bahasa yang cukup aneh. bisa dibilang agak formal tapi informal dan agak(sangat) nyantai crispy gimanaaa gitu. meskipun seperti tidak punya landasan, dan agak seperti artikel gagal. semoga dapat memberikan pengalaman, inspirasi serta pengetahuan baru untuk para pembaca..... keep spirit!!!!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.