Jumat, 02 September 2011
Rewind!!!
apa? kembali fitri? hmm, memang sudah lebaran ya?
jangan khawatir, saya bukan sedang amnesia atau sedang tinggal di planet lain. hanya saja akhir-akhir ini otak saya semakin sibuk memikirkan hal-hal 'njelimet' yang berkaitan dengan konsep diri, tentang apa sebenarnya yang saya mau, apa yang ingin saya capai, apa yang sedang saya lakukan, apa yang seharusnya saya laukan, apakah ini benar, mengapa begitu, mau kemana saya, siapa saya dan lain sebagainya
namun itu semua hanya sekilas dan berhamburan begitu saja dikepala, saya masih belum tau cara untuk merumuskan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu. tapi benar-benar menyita pikiran
selain itu, ramadhan kemarin pun berbeda dari biasanya, untuk pertama kalinya,saya jauh dari orang tua saat ramadhan, juga saya harus mengikuti ospek-ospek dan serangkaian kegiatan untuk mahasiswa baru.
tak terasa satu bulan terlewati, tiba-tiba umat Islam di Indonesia galau mengenai kapan berlebaran. akhirnya diputuskan, tanggal 30 untuk Muhammadiyah dan 31 untuk pemerintah. tiba-tiba saya tersadar...
kenapa ramadhan lekas pergi? akankah saya bertemu dengan ramadhan berikutnya?
maaf? kepada siapa?
ya, saya harus minta maaf pada diri saya sendiri
Kamis, 04 Agustus 2011
Ketika Kepergian itu Perih, Meski Cuma Sejengkal
Sabtu, 30 Juli 2011
Gathering Teknik maba UI 2011
Senin, 25 Juli 2011
Dear Procrastinator!
Rabu, 13 Juli 2011
Bonds of Love
And why is it so bad
When some one leaves you behind
Won't you ever know
Don't you realize
It's just a part of life
When you fall in love
With someone sometime
It's smile with a broken heart
Oh falling in love
With Allah....
The bonds of love survive
No mountain too high when there's way
Come to Allah you'll never fail
The truth's so close it shall prevail
Allah, we belong to You
And everything we do
We do it all for You
Allah, always by our side
Guiding us to the light
Everything shines bright
No matter day or night
Kamis, 07 Juli 2011
Imankulah yang Compang-Camping
Makna Makara UI
Lambang Universitas Indonesia diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumaxtono (nama aslinya Sumartono), mahasiswa Angkatan 1951 Seni Rupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung.
Ide dasar dari lambang tersebut adalah kala-makara, yang merupakan dua kekuatan yang ada di alam: kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi). Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.
Lambang Universitas Indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu: pohon dengan cabang- cabangnya dan makara:
Makna lambang Universitas Indonesia adalah sebagai berikut:
Pohon berikut cabang dan kuncup melambangkan pohon ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup tersebut suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru. Kuncup-kuncup itu akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan itu hidup. Dengan demikian, Sumaxtono ingin menyatakan bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.
Makara yang mengalirkan air melambangkan hasil yang memancar ke segala penjuru. Makna yang diberikan Sumaxtono adalah Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.
Rancangan desain berikut maknanya diperlihatkan oleh Sumaxtono kepada Srihadi (mahasiswa Seni Rupa FT-UI, Bandung Angkatan 1952) pada tahun 1952. Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. – yang juga pencipta lambang Institut Teknologi Bandung – tidak mengetahui kapan dan siapa yang mengesahkan lambang UI tersebut. Yang pasti adalah, sampul buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, BAndung, 120 hlm.) menggunakan lambang Universitas Indonesia untuk pertama kali seperti yang dibuat oleh Sumaxtono (tanpa bingkai segilima).
sumber: ui.ac.id

