Sabtu, 29 Oktober 2011

Sebab Mengerasnya Hati

Penuis: Ibnul Qayyim rahimahullah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.

Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dzikir. Maka jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.

(diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)

Dikutip dari Asysyariah.com offline Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah judul: Qalbu Mengeras Karena Jauh Dari AllahSebab sebab Hati (Qalbu) Mengeras..

http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/23/sebab-sebab-hati-qalbu-mengeras/

Sabtu, 03 September 2011

ketika kamu tidak menemukan apa yang kamu cari, pulanglah...
pintu hatimu akan selalu terbuka untukmu... :))

Jumat, 02 September 2011

I to the RI

selalu iri melihat orang-orang dengan prinsip yang luar biasa dan pemikiran yang luar biasa, unik dan sederhana namun dengan realitas yang tinggi. sementara saya di sini hanya menyaksikan lewat layar monitor, menyusuri tulisan-tulisan mereka yang juga luar biasa. harusnya saya yakin perasaan seperti ini tidak lagi bercokol dikepala, kalau saja....

Rewind!!!

Assalamu'alaikum kawan. apa kabar kawan? sudahkah kembali fitri?

apa? kembali fitri? hmm, memang sudah lebaran ya?

jangan khawatir, saya bukan sedang amnesia atau sedang tinggal di planet lain. hanya saja akhir-akhir ini otak saya semakin sibuk memikirkan hal-hal 'njelimet' yang berkaitan dengan konsep diri, tentang apa sebenarnya yang saya mau, apa yang ingin saya capai, apa yang sedang saya lakukan, apa yang seharusnya saya laukan, apakah ini benar, mengapa begitu, mau kemana saya, siapa saya dan lain sebagainya

namun itu semua hanya sekilas dan berhamburan begitu saja dikepala, saya masih belum tau cara untuk merumuskan jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu. tapi benar-benar menyita pikiran

selain itu, ramadhan kemarin pun berbeda dari biasanya, untuk pertama kalinya,saya jauh dari orang tua saat ramadhan, juga saya harus mengikuti ospek-ospek dan serangkaian kegiatan untuk mahasiswa baru.

tak terasa satu bulan terlewati, tiba-tiba umat Islam di Indonesia galau mengenai kapan berlebaran. akhirnya diputuskan, tanggal 30 untuk Muhammadiyah dan 31 untuk pemerintah. tiba-tiba saya tersadar...

kenapa ramadhan lekas pergi? akankah saya bertemu dengan ramadhan berikutnya?

maaf? kepada siapa?
ya, saya harus minta maaf pada diri saya sendiri




Kamis, 04 Agustus 2011

Ketika Kepergian itu Perih, Meski Cuma Sejengkal

Sabtu, 30 Juli 2011

Gathering Teknik maba UI 2011

assalamu'alaikum warahmatullah
masih bersama saya, dalam euforia maba yang sedang dalam penantian menuju kamaba.

tadi (lebih tepatnya kemarin) siang, sekitar jam 10 lewat sampai sekitar jam 3, diadakanlah acara gathering maba teknik 2011 yang ke-2. Dengan dipromotori beberapa maba teknik, hadir sekitar 80-an orang maba. Rangkaian acaranya sih bisa dibilang cuma dua "estafet balon" (jangan coba2 membayangkan) dan tukar kado. tapi seru~

walaupun kurang bisa menikmati acaranya karna satu dan lain hal, bisa lebih kenal sebagian kecil teman2 teknik benar2 menambah optimisme untuk menyongsong hari2 kedepan sebagai mahasiswi teknik. thanks ceman2 ^^

here is our moment....






Teknik gaya, Teknik Jaya!
*baru kenal jargonnya haha

Senin, 25 Juli 2011

Dear Procrastinator!

Azim Jamal dalam bukunya Jangan Tunda untuk Bahagia (terbitan tahun 2009, terjemahan, halaman 305-306) menceritakan sebuah perumpamaan yang sangat menggugah pikiran. Bayangkan ada sebuah bank yang memasukkan ke dalam rekening Anda secara teratur setiap pagi sebesar $86.400 dollar AS. Jumlah sebesar itu Anda peroleh setiap hari, tidak lebih dan tidak kurang. Tidak ada bunga, tak ada beban yang harus Anda bayar.
Namun, setiap malam bank itu membatalkan setiap sen yang tak Anda pergunakan pada hari itu. Jika ada bank seperti itu, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja Anda akan menarik semua uang di rekening Anda itu, kemudian membelanjakan semuanya, setiap sennya.
Dan beruntunglah, semua manusia punya bank macam itu. Ia disebut waktu. Setiap pagi, ia memberi kita 86.400 detik. Dan pada setiap malam, ia membatalkan dan menghapus detik-detik yang tidak kita pergunakan pada hari itu. Tak ada saldo waktu yang tersisa dalam rekening harian kita. Setiap pagi ia kembali memberi kita 86.400 detik untuk dihidupi. Selalu begitu setiap hari.
Jadi, kita perlu memanfaatkan waktu yang telah diberikan kepada kita. Waktu yang terbuang sia-sia tak akan pernah tergantikan. Kesempatan yang kita biarkan hilang dan berlalu tak akan pernah kembali.
Mari sama-sama berusaha.